Minggu, 23 Agustus 2009

catatan kecil reportase kaki gunung dari kamera butut


sebuah perjalanan adalah esensi kehidupan,
merotasi berbagai sisi hidup, menguak berbagai tabir dan merekahkan harapan,
kita adalah bagian dari perjalanan itu.

lihatlah yang terdekat,
karena dia paling jauh dihati, dan mata
lihatlah yang paling nyata,
karena dia paling hakiki dan murni tanpa basa basi,

itulah , simbolik yang terkuat, ketika kami menelusuri pinggiran rimba belantara borneo,
menikmati alunan suara anak bangsa, dari komunitas perbatasan bangsa,
nyanyian sumbang suara hati,
tentang keinginan kecil yang tak pernah terpenuhi,

repotase perjalanan, merupakan gambaran kanvas hati nurani,
kami ada karena semuanya ada untuk kami,
dan dari mata hati inilah, lahir sebuah pemikiran,
indonesia , memang terlalu luas untuk dijabani, ...
meski sesungguhnya terlalu sempit untuk di telusuri ...

kota bernyanyi, dusun menari,
dan mata hati mungkin tertutupi

kami ada karena semua ada untuk kami ...
medio agustus, 64 tahun RI

Dirgahayu, rakyatku, kita!

Semua orang juga merasakan Mempunyai sejarah cerita perjalanan Biarlah massing-masing memberikan makna dan arti tersendiri Dalam tiap kehidupan insan…

Jumat, 21 Agustus 2009

palsu

dini hari cinta,

apa kabarmu, malam ku tak lelap, ribuan nyamuk menyatakan perang padaku kali ini,
aku cuma rindu, keraguanmu, dan kepalsuan mu....atau aku itu palsu .... hisap darah ku, sampai kering, lalu tinggalkan aku...
seribu maki kuberi padamu,

laknatlah cinta mu!

bukan aku ...



dekapan hangat itu tak seburuk bayanganku... juga inginku,
nyawa yang hilang di kotak hatiku seperti kembali?
apa harus seperti lagu?
yang hanya mau merana!
cuma dalam bayang semu...
dekaplah, rasakan rasaku, tak perlu kau bawa tidur atau pulang dan menjauh...
walau tak pernah ada kata itu, walau bukan aku, bukan aku maumu!
kalo begitu,
hatimu, bukan aku!

marhaban ya ramadhan

semua orang mengharapkanmu,
semua orang menantikan mu,
semua orang tak ingin kehilangan mu,
semua orang berharap padamu,

sucikan hati YA Rabb
hanya Karena MU
bukan semata egoisme diri dan kesombangan,
juga bukan karena pujian...

tapi karena mencintaiMU

ramadhan 1430 H

Selasa, 18 Agustus 2009

namaku, ari


sengaja, aku ingin menulis hal ini, bukan karena naif, tapi sebagai sebuah pelajaran dalam hidup, karena kita semua hanyalah menjalani sebuah perjalanan, yang dinamakan " menghabiskan sisa usia yang diberikan NYA " ..


namaku ari, begitu mereka menyebutnya, tanpa bubur merah putih dan sesaji apapun, terlahir tanpa bantuan medis alias cuma dukun kampung, tapi yg ini unik , dukunnya bernama mariene, bule asli belanda, seorang suster pedalaman , meski yang terlahir adalah muslim keturunan, ini cuma sebuah sebab akibat, bentuk toleransi nurani kemanusiaan...


besar dikalangan militeristik, perkampungan anak kolong, karena ayahku adalah serdadu yang tingkat nasionalismenya terlalu tinggi hingga sering mengabaikan apakah ada nasi dirumah untuk dimakan anak anaknya yang notabane putra pertiwi...

tapi itulah ayahku, dan aku bangga karenanya, yang menanamkan symbol kehidupan, menjadikan alam yang terkembang dimayapada ini sebagai guru yang paling bijak mendidik diri, dan itulah aku, ada, besar dan nakal ...

cuma sentuhan lembut kasih ibu yang selalu setia menemani prajurit bangsa itu, aku besar dalam kelimpihan rahmat cinta yang luar biasa, meski aku sering tak pernah dirumah .


menamatkan pendidikan di bumi galaherang, mengejar impian menjadi seorang bankers dan kandas di yogyakarta, aku malah melibatkan diri dalam citra egosenteris kehidupan global, menjadi penyaji informasi dan penyebar kebenaran ( terkadang hal ini sering aku pertanyakan, benarkah ?)


aku cuma lelaki pejalan, yang sedang berupaya menggapai dan menggenggam bayangannya sendiri hingga ketimur matahari, kepuncak himalaya dan kedalaman laut cina ..

karena ari ariku dihanyutkan sang kopral disungai kapuas, katanya biarlah seumur hidupnya aku kelak hanya mencari dimana ari ariku berada..untuk kupersatukan kembali dalam jasad terbujur kaku.... kelak.


aku bukan pemimpi, meski seringnya berhayal, berharap akan ada bidadari berwajah oriental menemani semua hariku, sebuah obsesi yang tak terwujud karena kepenakutanku, yah aku cuma bisa diam dan menatap tanpa berani berbuat apa-apa untuk hal yang satu itu....


namaku ari, anak seorang pensiunan prajurit, yang baru saja berbahagia mweujudkan impiannyanya menjadi hamba Alllah yang mendekati kesempurnaannya menjalankan rukun terakhir yang dititahkan..


sekali lagi, namaku ari, dan bukan siapa siapa, karena memang bukan siapa siapa!


Minggu, 16 Agustus 2009

milk tea, water n cigarette.....



melepas penat,
ketika pikiran tak lagi bisa urban ke lembaran file,
aku cuma jadi seperti patung tua yang menunggu kehancuran dimakan usia,
kemarin, masih ada banyak cerita, tentang hidup dan harapan,
hari ini, cukup segelas air, sebatang rokok dan setumpuk pikiran ....yang tak terbungkus dalam satu kesatuan ..... " hasil " .