Kamis, 16 Desember 2010


pagi ceria,
setelah semalaman tidak tidur karena menjaga ayah yang sedang sakit, pagi ini ada insident menarik,
pukul 5.30 WIB aku merasa baru saja bisa terlelap. tp akhirnya terbangun sekitar pukul 8 karena ada suara ribut ribut dibawah ..
ternyata , ayah , dengan kekreativannya memberi warna pagi minggu ini,
televisi hasil kreditan adik ku 10 tahun yang lalu jebol alias terbakar ...
aku pikir demam ayah kambuh, dan tak bisa diam ..
ternyata aktivitas biasanya untuk menonton acara " curhat dg mama dedeh dan news serta sedikit infotainment pagi tak bisa lagi ditontonnya..
ngomel, sudah pasti.
tp tak ada yang bisa disalahkan ......
" ayah ingin televisi baru "
sedikit kocak keponakan berteriak " sabar inyik, nanti kita beli yang layar sentuh " hahahhahaha
lelaki berusia 80 kurang itu cuma melongo sedikit tidak paham gurauan cucunya..
tapi matanya langsung tertuju pada ku,
sebuah isyarat ... " harus ada TV baru "
.....
pagi ini, masih dengan kepala pusing akibat kurang tidur ..
pagi ini, masih dengan flu yang terus bersahabat ...
otak berisi migran dipaksa buat berpikir ....
" TV baru .... "
permintaan kecil, sederhana, tapi begitu sulit diwujudkan dengan honor kerja yang pas pasan...
air dingin yang mengguyur tubuh menambah gigil otak yang sudah sulit diajak mikir....
Tuhan ....
beri aku waktu lebih banyak bersamanya.... itu saja pintaku hari ini !


office, bingung.
pelajaran berharga berlangsung terus seumur hidupku,
entah dimana makna yang tersurat dan tersirat bisa terserap,
kemarin,
ketika harap dan keinginan atas mau , membuat segalanya berlangsung cemas dalam ketidaknyamnan..
ketika mimpi terkabulkan, semua gundah mengabur entah kemana, seperti hujan yang tersapu embun pagi.
dan dunia selalu berpelangi....
dengan lukisan tabir gembira hati terpampang dicakrawala ,
Tuhan memberikan nikmat tak terkira ...

di detik nya lain,
pelangi hidup disapu dalam satu kuasan bingkai hitam,.
dia memberi rasa kehilangan, ketakutan dan penyesalan,
tapi tak kusiapkan dalam makna keikhlasan ....
seperti hujan yang tak diharap datang.... menggagalkan semua rencana yang tersusun belakangan..

Ketika harfiah makna dihadapkannya ..
sebuah pelajaran istimewa diajarkanNYA, sang Maestro jagad raya,
Tuhan menurunkan ilmu hidup padaku dengan sangat sempurna ....

*****

Kau ajarkan padaku tentang arti memiliki
kau ajarkan padaku tentang arti mencintai
kau ajarkan padaku tentang arti memahami
kau ajarkan padaku tentang arti hidup ini ... Ikhlas !!

Ayah,
dalam gelisah yang membelenggu, ku ungkap dengan segala kehormatan
aku mencintaimu hingga akhir waktu .....
(bisakah aku tak perlu menjadi dewasa dan besar untuk menjadi sepertimu?)


******** analogy hati, pelajaran malam tadi, Ikhlas !